Teknik Membeli Saham Tidur

Strategi ini adalah strategi jangka panjang yang mengandung risiko tetapi juga memiliki peluang yang sangat besar.

Jika kita amati saham yang diperdagangkan akan selalu ada saham-saham yang tidak aktif dalam jangka waktu yang cukup lama. Saham-saham tersebut berhenti pada satu harga dan tidak pernah ada penawaran maupun permintaan yang signifikan.

Hal tersebut bisa disebabkan karena perusahaan yang menerbitkan saham tersebut sedang mengalami kerugian secara terus menerus atau juga karena banyak penyebab yang lain.

Beberapa investor justru melakukan akumulasi atas saham-saham tersebut. Ketika artikel ini ditulis, ada sebuah saham yang memiliki kode ASIA. Saham ini mengalami penurunan terus menerus sehingga pada papan daftar harga berada pada level harga terendah yaitu Rp. 50,-.

Harga Rp. 50,- adalah harga saham yang paling rendah untuk ditransaksikan pada pasar reguler. Seorang teman yang termasuk investor yang sering melakukan strategi ini membeli saham ASIA dengan cara melakukan permintaan beli pada pasar negosiasi.

Jika kita membeli atau menjual saham pada pasar negosiasi, hal itu mengizinkan kita untuk membeli atau menjual sebuah saham dengan harga dibawah Rp. 50,-. Untuk melakukan pengecekan jumlah permintaan dan penawaran atas suatu saham pada pasar negosiasi kita bisa mengetikkan pada kolom kode saham, sebuah kode saham yang disertai dengan akhiran NG.

Misalnya kita akan melakukan pengecekan jumlah penawaran dan permintaan saham TLKM pada pasar negosiasi maka yang harus kita ketikkan sebagai kode saham adalah TLKMNG.

Teman saya tersebut melakukan permintaan beli saham ASIA pada harga Rp. 30,- per lembar saham. Setiap ada dana lebih, orang ini selalu berusaha membeli saham ASIA dengan harga dibawah Rp. 50,- per lembar saham. Hal tersebut dilakukan secara terus menerus sehingga ada sekitar beberapa ratus juta rupiah dana yang dimilikinya ditanamkan pada saham ASIA.

Orang ini harus menunggu waktu cukup lama, sekitar dua tahun. Setelah saham ASIA dikatakan tidur cukup lama, suatu hari harganya mulai bergerak naik dan mencapai level harga Rp. 200,- per lembar

Teman saya ini, memiliki saham ASIA dengan berbagai macam harga, yang semuanya dibawah Rp. 50,- per lembar saham. Pada Saat harga saham tersebut sudah mencapai Rp. 200,- per lembar saham, maka teman saya mulai menjual saham yang dimilikinya sedikit demi sedikit.

Kita bisa bayangkan keuntungan yang bisa kita peroleh dengan melakukan strategi ini. Pada Saat kita melakukan strategi ini kita harus yakin dulu bahwa tidak ada masalah yang cukup berarti atas perusahaan penerbit saham tersebut. Dengan kata lain perusahaan tetap berjalan sebagaimana adanya meskipun sahamnya tidur dan tidak bernilai. Berbeda dengan saham BCIC yang juga sempat tidur cukup lama tetapi karena ada masalah yang sangat besar yang dihadapinya maka sahamnya bisa benar-benar tidur hingga tiada.

Dibutuhkan kesabaran ekstra untuk melakukan strategi ini, dan tentunya jika kita melakukan strategi ini, kita tidak akan disukai oleh broker kita.

Ketika saya menceritakan hal ini kepada seseorang, orang tersebut justru sangat antusias untuk melakukan hal yang sama. Pertanyaannya adalah selain saham ASIA. saham apa lagi yang bisa dikoleksi dengan strategi ini?

Pada Saat saya menulis artikel ini, saham yang memiliki kode MAMI juga bisa dibilang sebagai saham tidur karena harganya selalu ada pada deretan paling bawah yaitu Rp. 50,- per lembar saham sementara perusahaan tetap berjalan normal seperti apa adanya.

Ada pula saham yang memiliki kode SIPD. Memiliki ciri yang sama dengan saham MAMI. Tidur pada level harga Rp. 50,- per lembar saham.

Kunci dalam melakukan strategi ini adalah kesabaran. Kesabaran dalam menemukan saham-saham yang tidur, kesabaran dalam mencari informasi mengenai keadaan perusahaan, kesabaran untuk menunggu dalam waktu yang cukup lama hingga harganya melambung tinggi.

Jangan pernah dana darurat untuk melakukan strategi ini. Alangkah baiknya jika dana yang kita gunakan adalah benar-benar dana idle yang kita miliki.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *