Teknik Membeli Saham Teknik Short Selling

Short Selling dalam arti yang sebenarnya akan melakukan transaksi penjualan terlebih dulu kemudian menutupnya dengan melakukan transaksi pembelian. Hal ini memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga saham dalam satu hari.

Misalnya suatu pagi terdengar kabar bahwa saham BUMI akan mengalami penurunan harga maka Saat itu kita melakukan transaksi jual meskipun kita tidak memiliki saham BUMI. Sore harinya ketika saham BUMI benar-benar mengalami penurunan harga, Saat itulah kita baru melakukan transaksi beli saham BUMI, sehingga pada hari tersebut kita mendapatkan keuntungan dari transaksi short selling yang kita lakukan.

Transaksi short selling ini mengandung risiko ketika kita sudah melakukan transaksi jual tetapi ternyata harga saham tersebut justru bergerak naik.

Saat saya menulis artikel ini, transaksi short saling tidak bisa kita lakukan. Kita tidak bisa melakukan transaksi penjualan saham atas saham-saham yang belum kita miliki. Tetapi meskipun aturan tersebut tidak memungkinkan kita untuk melakukan Short selling, prinsip dari short selling tetap bisa kita lakukan jika kita sudah memiliki saham yang sama dalam porlofolio kita.

Prinsip short selling ini kita modifikasi sehingga memiliki tujuan mendapatkan keuntungan pada Saat terjadi penurunan saham tanpa harus mengubah portofolio yang kita miliki.

Maksudnya begini, misalnya dalam portofolio kita memiliki saham BUMI yang akan kita simpan untuk investasi jangka panjang. Dulu kita membeli saham BUMI tersebut pada harga Rp. 600,- per lembar saham. Suatu Saat kita mendapatkan kabar bahwa saham BUMI akan mengalami penurunan harga dari Rp. 2.500,- per lembar saham menjadi kira-kira Rp. 2.200,- per lembar saham.

Mendengar informasi tersebut maka pada perdagangan sesi I , kita bisa menjual semua saham BUMI yang kita miliki pada harga misalnya Rp. 2.450,- per lembar saham. Siang hari harga saham BUMI benar-benar turun. Pada perdagangan sesi 2, harga saham BUMI menjadi Rp. 2.250,- lembar saham. Saat itu kita membeli saham BUMI dengan jumlah yang sama dengan yang kita jual pada pagi hari. Kita membeli saham BUMI dengan harga Rp. 2.250, per lembar saham, artinya kita mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 200,- per lembar saham tanpa mengubah isi dari portofolio kita. Keuntungan tersebut akan masuk sebagai dana investasi dalam rekening efek yang kita miliki.

Bagaimana jika harga saham BUMI justru naik, misalnya menjadi Rp. 2600,- per lembar saham? Pada Saat itu terjadi maka kita memiliki dua pilihan yaitu pertama, diam yang artinya kita benar-benar menjual saham BUMI yang kita miliki dengan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 2.000,- per lembar saham. Ingat bahwa kita membeli saham tersebut sudah lama sekali ketika harganya Rp. 600,- per lembar saham. Pilihan kedua adalah kita berusaha mendapatkan kembali saham BUMI yang telah kita jual. Kita membeli dengan harga Rp. 2.600,- per lembar saham. Pada Saat itu terjadi maka pada saldo rekening kita akan muncul angka minus Rp. 150,- per lembar saham. Kerugian tersebut harus kita bayarkan dengan tenggang waktu T plus 3.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *